LAMBANG PROPINSI BANGKA BELITUNG

18 05 2011

Logo Provinsi Kep. Bangka Belitung

LAMBANG PROPINSI BANGKA BELITUNG

Perisai Bersudut Lima, melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepulauan Bangka Belitung, melambangkan wilayah, masyarakat, sistem pemerintah, kebudayaan dan sumberdaya alam Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lingkaran Bulat Simetrikal, melambangkan kesatuan dan persatuan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi segala tantangan di tengah-tengah peradaban dunia yang semakin terbuka.

Butir Padi berjumlah 27 buah melambangkan nomor dari Undang-undang pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu UU No.27 Tahun 2000,dan Buah Lada, berjumlah 31 buah melambangkan Kepulauan Bangka Belitung merupakan Propinsi ke 31 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padi dan buah lada juga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Balok Timah, melambangkan kekayaan alam (hasil bumi pokok) berupa timah yang dalam sejarah secara social ekonomis telah menopang kehidupan masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung selama lebih dari 300 tahun. (diketemukan dan dikelola sejak tahun 1710 Mary Schommers dalam Bangka Tin).

Biru Tua dan Biru Muda (Dalam Perisai dan Lingkaran Hitam), melambangkan bahari dunia kelautan dari yang dangkal sampai yang terdalam. Menyiratkan lautan dengan segala kekayaan alam yang ada di atasnya, di dalam dan di dasar lautan yang dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

  • Putih (Tulisan), melambangkan keteguhan dan perdamaian.
  • Kuning ( Padi dan Semboyan), melambangkan ketentraman dan kekuatan.
  • Hijau (Pulau dan Lada), melambangkan kesuburan.
  • Hitam (Outline Lingkaran), melambangkan ketegasan.

Serumpun Sebalai, menunjukan bahwa kekayaan alam dan plularisme masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap merupakan kelurga besar komunitas (serumpun) yang memiliki perjuangan yang sama untuk menciptakan kesejahteraan , kemakmuran, keadilan dan perdamaian.

Untuk mewujudkan perjuangan tersebut, dengan budaya masyarakat melayu berkumpul, bermusyawarah, mufakat, berkerjasama dan bersyukur bersama-sama dalam semangat kekeluargaan (sebalai) merupakan wahana yang paling kuat untuk dilestarikan dan dikembangkan. Nilai- nilai universal budaya ini juga dimiliki oleh beragam etnis yang hidup di Bumi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan demikian, Serumpun Sebalai mencerminkan sebuah eksistensi masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan kesadaran dan cita­citanya untuk tetap menjadi keluarga besar yang dalam perjuangan dan proses kehidupannya senantiasa mengutamakan dialog secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat serta berkerja sama dan senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

Serumpun Sebalai, merupakan semboyan penegakan demokrasi melalui musyawarah dan mufakat.

Sumber: Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia





EKONOMI BANGKA BELITUNG

18 05 2011

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Pada tahun 2006, PDRB atas dasar harga berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas sebesar 15.856.661 juta rupiah sedangkan PDRB tanpa migas sebesar 15.302.737 juta rupiah. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan dimana pada tahun 2005 PDRB atas dasar harga berlaku dengan migas adalah 14.189.082 juta rupiah dan PDRB tanpa migas sebesar 13.566.837 juta rupiah. Demikian juga, PDRB atas dasar harga konstan 2000 baik dengan migas maupun tanpa migas menunjukkan peningkatan.

Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan PDRB atas dasar harga konstan merupakan salah satu indikator penting untuk melihat seberapa besar pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil pembangunan. Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas pada tahun 2006 sebesar 3,48 persen dan pertumbuhan ekonomi tanpa migas adalah sekitar 4,54 persen. Nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2005 dengan migas adalah 8.706.800 juta rupiah, pada tahun 2006 meningkat menjadi 9.009.891 juta rupiah, sementara tanpa migas 8.769.569 juta rupiah.

Struktur Ekonomi

Perekonomian di Provinsi Kepulau Bangka Belitung tahun 2006 ditopang terutama oleh sektor primer dan sektor sekunder. Sektor primer meliputi sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian yang mempunyai kontribusi cukup besar masing-masing sebesar 18,69 persen dan 21,32 persen.Sedangkan pada sektor sekunder yaitu sektor industri memberikan kontribusi terbesar pada PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu sebesar 22,37 persen dan untuk sektor listrik, gas dan air bersih serta sektor bangunan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,68 persen dan 5,45 persen. Untuk sektor tersier yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, lembaga keuangan dan jasa-jasa mempunyai kontribusi sebesar 31,49 persen.

PDRB per Kapita

PDRB per kapita merupakan salah satu ukuran indikator kesejahteraan penduduk dan sering digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk di suatu wilayah. Pada tahun 2006, PDRB perkapita penduduk berdasarkan harga berlaku di wilayah ini dengan migas sebesar Rp. 13.606.048 sedangkan tanpa migas sebesar Rp. 13.075.192.

Sumber : http://www.visitbangkabelitung.com





Selamat Datang

9 05 2011

Selamat datang di Bangka Belitung News

Bangka Belitung news

Kami hadir untuk melengkapi sarana informasi bagi anda yang memerlukan informasi seputar Propinsi Bangka Belitung semoga bermanfaat.

Bagi yang ingin mendapatkan info lanjut dan memerlukan kendaraan rental di Bangka bisa menghubungi :

1. Bpk. Kiswoyo Tlp : 08127880702

2. Dody Iskandar Tlp : 085314162800

Selamat menikmati Tabloid online masyarakat Bangka Belitung¬† “Bangka Belitung News “








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: